Sun04202014

Last update10:54:52 PM GMT

Font Size

Profile

Direction

Menu Style

Cpanel

Masyarakat Ditangkapi, Tapi Penembak Belum Jelas

doel-ID-Terkait kisru tambang di Balaesang Tanjung Kabupaten Donggala, sudah 16 warga mayarakat Balaesang Tajung ditangkap Polisi. Namun Ironisnya pelaku penembakan belum terungkap sampai saat ini. Ini menunjukkan tidak ada keadilan bagi masyarakat Balaesang Tajung. Kerana mereka yang korban mereka juga yang ditangkapi. Sedangkan pelaku penembakan tidak teingkap sampai saat ini. Nurdin salah seorang tokoh forum pantai barat menegaskan, mestinya pemeritah kabupaten Donggala turun tangan dan tidak membiarkan rakyatnya ditangkapi. Apalagi biak dari semua kekisruhan kata Nurdin adalah Bupati, sebab Bupatilah yang mengeluarkan IUP kepada perusahaan tambang Emas di Balaesang Tanjung. Makanya Bupati harus bertanggungjawab tehadap kondisi masyarakat Balaesang. Sebagai bentuk protes tehadap kebijakan Pemerintah Kabupaten donggala terkait Tambang, Nurdin selaku tokoh forum pemuda pantai Barat melakukan aksi unjuk rasa di Jakarta Kamis-Jumat (6-7/9-2012), di bundaran HI. Sementara itu Bupati Donggala Drs.Habir Ponulele, MM yang dikonfirmasi via pesan singkat tidak diperoleh jawabannya. ***

Hatta Buka Simposium Tentang Kawasan Timur Indonesia

deadlineinteraktif.com PALU - Kawasan Timur Indonesia (KTI) adalah masa depan NKRI, seperti sebuah idiom “matahari selalu terbit dari timur” yang menggambarkan harapan dan semangat baru, tapi mengapa Kawasan Timur Indonesia tetap menjadi wajah dari kemiskinan dan ketertingalan.? padahal jutaan potensi terbentang dan tersebar di Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara sampai Papua. Pemerintah pusat dengan Master Plant Percepatan Pembangunan Ekonomi - nya (MP3EI) merangkum Kawasan Timur Indonesia dalam 3 (tiga) koridor yaitu Koridor 4 (Sulawesi), Koridor 5 (Nusa Tenggara dan Bali) dan Koridor 6 (Kepulauan Maluku dan Papua). Bagaimana kebijakan ini dapat menjawab ketertingalan dan semua persoalan yang terjadi di 13 propinsi Kawasan Timur Indonesia?. Hal itu dikemukakan Ketua HIPMI Sulteng Endi Hermawan mencermati akan berlangsungnya simposium nasional bertajuk Master Plant Percepatan Pembangunan Ekonomi - (MP3EI) merangkum Kawasan Timur Indonesia. Apakah MP3EI dapat menjawab segala persoalan KTI? mudah-mudahan kata dia, Simposium Nasional KTI yang diadakan oleh Pemerintah Sulteng yang akan diikuti oleh 13 Universitas dan 13 propinsi se KTI pada tanggal 29-31 Agustus 2012, bertempat di Hotel Santika Palu Sulawesi Tengah adalah jawabanya. Acara ini akan dibuka oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa yang sekaligus akan menjadi Key Note Speaker. **

Untad Terima Maba 5264 Orang

deadlineinteraktif.com Palu-Universitas Tadulako (Untad) Palu pada tahun 2012 ini menyiapkan formasi Mahasiswa Baru sebanyak 5264 Mahasiswa. Jumlah itu akan menempati 9 Fakultas termasuk Kedokteran. Calon Mahasiswa Baru (Maba) mengikuti seleksi dalam dua jalur yakni jalur Umum dan Jalur Undangan. Kemudian system pendaftaran dibuka melalui webside (Elektronik) Pendaftaran SNMPTN 2012 yang dibuka mulai pada Kamis (10/5) lalu. Rektor Untad Prof Dr Ir Muhammad Basir Cyio, SE. MS pada Deadline News mengatakan untuk tahun 2012 ini, Untad Palu menyiapkan 5264 formasi bagi Mahasiswa Baru yang akan menempati 9 Fakultas termasuk Kedokteran. Pelaksanaan ujian tertulis dilakukan secara serentak diseluruh wilayah Indonesia pada tanggal 12-13 Juni 2012, sementara ujian keterampilan dilakukan pada 14-15 Juni 2012. Demikian pula formasi jalur Undangan yang telah dibuka sejak 10 Maret 2012 lalu dan hasilnya telah diumumkan pada tanggal 28 mei 2012 lalu. Kemudian mereka yang dinyatakan lulus diumumkan pada 12-13 Juni 2012. Sementara jalur tertulis (SNMPTN) diumumkan pada Sabtu (2/7) sekitar pukul 19.00Wita melalui Webside http/www.snmptn.ac.id. Selain itu untuk jalur jalur undangan dibatasi hanya Calon Mahasiswa yang lulus tahun 2012 saja. Sementara untuk jalur umum 2010 masih beri kesempatan untuk ikut berkompetisi. Sekarang ini Program Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan tentang Bidikmisi, dima-na bagi Mahasiswa yang diterima diperguruan Tinggi melalui jalur Sele-ksi dapat mengajukan pe-rmohonan memperoleh beasiswa melalui Laman http///bidikmisi. dikti.goi.id.**

Koneksi Jaringan Internet Masih Bermasalah

deadlineinteraktif.com PALU – Koneksitas jaringan internet di Kota Palu pada Kamis (22/8) mengalami tribel, bagi pengguna jaringan spede misalnya, belum bisa mengakses laman dunia maya dikarenakan masih adanya gangguan teknis. Kata Indra penanggungjawab caca hot spot salah satu pengelola jasa internet di Palu. Ia mengaku hal ini tidak berlangsung lama, paling tidak pada Jumat (23/8) pekan lalu semua pelanggan yang menggunakan jaringan yang dikelolahnya sudah dapat menikmati atau mengakses internet. Ia juga meminta maaf kepada pelanggan yang tanpa pemberitahuan adanya gangguang teknis, dimana terjadi benturan propokasi propaider yang digunakan oleh lembaga pemerintah sehingga secara otomatis jaringan yang digunakan para pelanggan harus terputus sesaat. “Namun ini tidak berlangsung lama, karena pada hari jumat pelanggan sudah kembali dapat menikmati akses internet yang kami kelolah,” ujarnya dikonfirmasi Kamis pekan lalu.**

GM PLN: Rp 300 M Atasi Krisis Listrik di Palu

deadlineinteraktif.com Palu - General Manager PT.PLN Wilayah Suluteng-go Janusuarsono dalam keterangan persnya diha-dapan sejumlah warta-wan cetak, elektronik dan online Rabu sore (13/6-2012), menegaskan bahwa untuk mengatasi krisis listrik di wilayah Sulawesi Tengah terkhu-sus untuk area Palu pe-merintah melalui ke-menterian BUMN menga-lokasikan dana sebesar Rp,300 Miliar. Karena jika listrik me-madai di sebuah daerah, maka perkembangannya akan maju pesat. Artinya perusahan-perusahaan industri baik kecil maupun besar akan masuk ke wilayah ini. Ia juga menjelaskan bahwa tejadinya pemada-man bukan karena paso-kan listrik tidak mencu-kupi di kota Palu, tapi lebih pada gangguan alam, misalnya pohon tumbang. Sebab memang kondisi gangguan listrik di Palu 78 persen diakibatkan oleh pepohonan. “Makanya kami punya program mulai sekarang dan yang akan datang melakukan penanaman, pemangkasan dan pemeliharaan, sehingga melahirkan image cerda, cantik karena listrik,”tegas mantan GM PLN NTT itu. Kata dia, untuk melaksanakan program tersebut dibutuhkan kerjasama yang baik antara pemerintah kota dan rekan-rekan pers. Menurutnya di Manado Sulut, justru rekan-rekan pers yang mempelopori pemangkasan, penanaman, dan pemeliharaan pohon penghijauan dalam kota yang dapat mengganggu alur listrik atau jaringan listrik, sehingga menimbulkan pemadaman. Dalam pertemuan GM PLN Wilayah Sulutenggo dengan para Wartawan itu, dia didampingi oleh GM PLN Palu Suroso dan beberapa staf diantaranya Salim dan kepala-kepala ranting Pln se Sulteng. ***

Kadis Tata Ruang Dan Perumahan Bantah Hotel Sutan Melanggar

deadlineinteraktif.com Palu-Kepala Dinas Tata Ruang dan Perumahan Kota Palu Drs.Ramli Usman, M.Si membantah jika bangunan Hotel Sutan melanggar Peraturan daerah tentang tata ruang. Sebab setelah diukuran bangunan Induk Hotel Bintang tiga itu tidak lebih dari 20 meter dari garis sepadanan jalan. "Kalaupun ada bangunan menonjol keluar itu hanya asesoris dan pintu keluar masuk hotel, makanya bukanlah pelanggaran,"tegas mantan Guru itu saat melakukan konprensi pers di lokasi Hotel Sutan pekan lalu. Menurut mantan Kabag Umum Pemkot Palu itu, pemberitaan di media massa tekait kinerja dirinya adalah hal yang wajar dan merupakan koreksi sehingga kedepan lebih behati-hati lagi didalam melakukan pengawasan tekait tata ruang bangunan di dalam Kota Palu. "Secara pribadi saya berterima kasih kepada pers yang telah memperhatikan dan mengoreksi kinerja saya. Itu artinya kawan-kawan pers sayang kepada saya,"tutur Ramli. Menurutnya berdasarkan aturan, baik Perda maupun Perwali, bangunan Induk Hotel Sutan sama sekali tidak melanggar. Dan kehadiran hotel Sutan perlu diapresiasi, karena merupakan investasi bagi daerah ini dan nantinya akan menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah. Tapi seandainya melanggar aturan, maka Dinas Tata Ruang dan Perumahan tidak segan-segan melakukan pembongkaran. "Setelah kami cek dan melakukan pengukuran di lapangan, ternyata kami tidak melakukan pelanggaran bangunan, apalagi lahan parkirnya bukan dibagian depan, tapi dibagian belakang, sehingga tidak mengganggu arus lalulintas,"jelas Ramli yang diamini Manajer Proyek pembangunan hotel Sutan Dani Gunawan. Hotel Sutan merupakan group koperasi sangkakala. **

Gubernur Akui Pengelolaan Asset Masih Amburadul

Doel-DI-Palu-Sulteng-Hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Palu menemukan masih buruknya penanganan dan pengelolaan asset daerah, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian daerah. Dari neraca yang disajikan nilai asset mengalami peningkatan sebesar Rp, 194,7 miliar dari tahun sebelumnya mencapai Rp,3,8 triliun. Dan pada tahun 2011 nilai asset mencapai Rp, 3,99 triliun. Namun nilai tersebut disanksikan, karena dianggap bukan nilai yang sebenarnya. Apalagi pendataan asset Pemprov Sulteng selama ini masih sangat amburadul. Hal itu diakui oleh Gubenur Sulteng H.Longki Djanggola saat dicegat koran deadline news dan online deadlineinteraktif.com usai mengikuti rapat paripurna istimewa di gedung DPRD Sulteng tekait penyerahaan laporan hasil audit BPK tentang pengelolaan keuangan dan asset daerah Senin (11/6-2012). "Memang pengelolaan asset daerah masih amburadul, untuk itu kedepan kami terus berupaya agar pengelolaan asset daerah lebih baik, sehingga hasil audit BPK nanti dapat memperoleh predikat wajat tanpa pengecualian, tapi tadi disampaikan oleh kepala BPK perwakilan Palu masih wajar dengan pengecualiaan, sebab masih ada beberapa temuan yang belum menunjukkan perbaikan,"Longki. Sementara itu Ketua DPRD Sulteng Prof.EM.Drs.H.Aminuddin Ponulele, MS yang dimintai pendapatnya mengatakan, jangan kita cepat-cepat memberikan penilaian, srbab masih perlu dilakukan pembahasan terkait pengelolaan keuangan daerah sebagaimana laporannBPK Perwakilan Palu. "Tunggulah dulu, karena masih akan dilakukan pembentukan pansus terkait laporan hasil audit BPK tentang pengelolaan keuangan daerah,"ujarnya singkat mantan Gubernur Sulteng itu. Lain halnya dengan politisi PPP Drs.Asgar Ali Djuhaepa, yang memberikan penilaian masih sanksi dengan penyajian nilai asset daerah. Sebab kata dia setiap tahun dianggarkan pembelian mobnas, tapi kenaikan nilai asset tidak menunjukkan signifikan.***

BPOM Palu Temukan Makanan Kedaluarsa

deadlineinteraktif.com PALU – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM Palu menemukan makanan kedaluarsa disalah satu swalayan. Makanan yang ditemukan tersebut adalah es impor asal Korea. Ditemukannya makanan itu berdasarkan hasil inspeksi mendadak BPOM Palu yang digelar pada Kamis (26/7) pekan lalu. Sejumlah swalayan yang tersebar di Kota Palu, jadi incaran razia petugas Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palu. Razia dilakukan untuk mengecek kepastian semua makanan dan minuman untuk dikonsumsi alias tidak kadaluarsa. Sejumlah swalayan yang menjadi sasaran razia diantaranya Swalayan Palu Mitra Utama Jalan Monginsidi, Mall Tatura Palu. Razia lalu dilanjutkan ke swalayan Grand Hero Jalan Basuki Rahmat. Petugas banyak mengamati produk luar negeri atau import. Passima Apt, selaku koordinator mengatakan razia ini digelar untuk memberikan jaminan keamanan produk makanan dan minuman yang beredar di Palu. “Razia ini penting untuk memastikan keamanan makanan dan minuman, apalagi di bulan Ramadhan ini, konsumsi warga cenderung mengalami peningkatan,” kata Passima kepada wartawan. lanjut dia, selain swalayan pihaknya juga akan melakukan penelitian kepada penjaja makanan kakilima yang menggunakan pewarna yang tidak membahayakan bagi tubuh. “Itu kami lakukan pada hari Jumat (27/7), di sekitar pasar tua, pasar Masomba, dan pasar Inpres Palu,” ujarnya. Sidak Pasar Tradisional, Harga Masih Stabil Sementara itu Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) yang diketua oleh Elim Somba menggelas inspeksi mendadak kesejumlah pasar tradisional. Sidak ini dilakukan dalam rangka memantau harga sembilan bahan kebutuhan pokok selama ramadhan. Kepada wartawan Elim Somba mengatakan sidak ke pasar tradisional ini guna memantau harga kebutuhan pokok selama Ramadan. Pihaknya belum melihat adanya kenaikan harga sembako, artinya harga sembako masih stabil. Hal ini lanjut dia, pihaknya akan terus melakukan pemantauan ke sejumlah pasar tradisonal di Kota Palu.**

GM PLN: Rp,300 M Atasi Krisis Listrik di Palu

Doel-DI-palu-Sulteng-General Manager PT.PLN Wilayah Sulutenggo Janusuarsono dalam keterangan persnya dihadapan sejumlah wartawan cetak, elektronik dan online Rabu sore (13/6-2012), menegaskan bahwa untuk mengatasi krisis listrik di wilayah Sulawesi Tengah terkhusus untuk area Palu pemerintah melalui kementeian BUMN mengalokasikan dana sebesar Rp,300 Miliar. Karena jika listrik memadai di sebuah daerah, maka perkembangannya akan maju pesat. Artinya perusahan-perusahaan industri baik kecil maupun besar akan masuk ke wilayah ini. Ia juga menjelaskan bahwa tejadinya pemadaman bukan karena pasokan listrik tidak mencukupi di kota Palu, tapi lebih pada gangguan alam, misalnya pohon tumbang. Sebab memang kondisi gangguan listrik di Palu 78 persen diakibatkan oleh pepohonan. "Makanya kami punya program mulai sekarang dan yang akan datang melakukan penanaman, pemangkasan dan pemeliharaan, sehingga melahirkan image cerda, cantik karena listrik,"tegas mantan GM PLN NTT itu. Kata dia, untuk melaksanakan program tersebut dibutuhkan kerjasama yang baik antara pemerintah kota dan rekan-rekan pers. Nurutnya di Manado Sulut, justru rekan-rekan pers yang mempelopori pemangkasan, penanaman, dan pemeliharaan pohon penghijauan dalam kota yang dapat mengganggu alur listrik atau jaringan listrik, sehingga menimbulkan pemadaman. Dalam pertemuan GM PLN Wilayah Sulutenggo dengan para Wartawan itu, dia didampingi oleh GM PLN Palu Suroso dan beberapa staf diantaranya Salim dan kepala-kepala ranting Pln se Sulteng. ***

Jaksa Sikapi Proyek Kantor Bupati Sigi

deadlineinteraktif.com Palu-Sikap Bupati Donggala Habir Ponulele yang mendiamkan pembayaran proyek Kantor Bupati Sigi bakal berbuntut hukum. Pasalnya dua kontraktor yang merasa dirugikan dengan pekerjaan tersebut telah menyusun draf pelaporan kekejaksaan Tinggi Sulteng. Sementara penyidik Kejati sudah lama menunggu laporan tersebut sebab ada sinyal dari pipinan untuk mempercepat proses penyelidikan dan penyidikan kasus yang bakal menyeret Sekkab Donggala Kasmudin dan Bupati Habir Ponulele. Ditemui disalah satu acara Buka Puasa bersama salah seorang Jaksa mengatakan kalau melihat kronologi kasus pekerjaan proyek Kantor Bupati Sigi, maka Bupati Donggala Habir Ponulele dan Sekkab Kasmudin tercam bisa diproses. Apalagi saat Kasmudin memerintahkan H. Tahir mengerjakan proyek ada saksi, termasuk Alber Ciputra yang diperintahkan Bupati untuk ikut menyelesaikan proyek Kantor Bupati Sigi sebab tidak lama lagi Bupati Sigi akan dilantik saat itu punya saksi, termasuk Edison kindagen. Prinsipnya tidak ada jalan lain, kecuali Bupati Donggala menyelesaikan pembayaran kedua kontraktor tersebut. Kalau tidak kasusnya bisa masuk ke rana hukum dengan persangkaan melakukan penipuan. ”Memang tidak ada SPK, tapi perintah lisan Bupati dan Kasmudin untuk mengerjakan proyek yang disaksikan orang lain bisa dijadikan alat bukti atau barang bukti,”ujarnya sambil mengatakan pihaknya siap saja memproses kasus tersebut.**

Besok BPK Sulteng Serahkan Hasil Uudit Ke Deprov

Doel-DI-Palu-Sulteng-Jika tidak ada aral melintang besok Senin (11/6-2012), badan pemeriksa keuangan (BPK), perwakilan Palu akan menyeahkan hasil audit tehadap pengelolaan keuangan negara. Penyerahan itu ditandai dengan rapat paripurna di ruang rapat utama DPRD PROVINSI (DEPROV) Sulteng. Laporan BPK itu menunjukkan bahwa betapa buruk dan baiknya pengelolaan keuangan di masing-masing kabupaten se Sulteng tahun anggaran 2011-2012. Humas Deprov Ros mengundang semua wartawan untuk meliput penyerahan laporan hasil audit BPK tehadap keuangan daerah dan negara di masing-masing kabupaten.

Diduga Ada Pungli 16 Persen di PU Bidang SDA

deadlineinteraktif.com Palu-Hampir menjadi aturan baku namun tidak tertulis pada setiap kontraktor yang memenangkan tender paket proyek di hampir semua Instansi Pemerintah diminta untuk mengeluarkan fee sebasar 10 hingga 16 persen. Kesepakatan ini pula diduga terjadi di Gedung Sumber Daya Air (SDA) atau yang lebih popular dikenal Gedung Biru PU Sulteng jalan Prof Muh Yamin (Jalur dua) Palu Selatan. Puluhan paket di Kantor yang dikomandani Razak diduga pemenagnya diarahkan, bahkan diduga sekitar 80 persen pemenangnya berasal dari daerah Parigi-Moutong dan menjadi tim sukses salah satu Kandidat Calon Gubernur pada Pilgub Sulteng tahun lalu. Ironisnya lagi tidak semua Kontraktor yang dimenangkan adalah penawar terendah dan tidak memiliki cacat administrasi dalam dokumen penewaran mereka. Bahkan diduga ada 25 kontraktor yang sempat digugurkan tapi kemudian diarahkan oleh penentu kebijakan untuk melakukan sanggahan, sehingga kemudian Panitia tender yang di Ketuai oleh H Muddin Mk memenangkan Kontraktor yang melakukan sanggahan tersebut. “80 hingga 85 persen pemenang tender proyek di gedung biru adalah kontraktor dari Parigi-Moutong,”tandas salah satu kontraktor yang ikut dalam proses lelang di Gedung Biru. Itu terjadi kata sumber tersebut karena ada intrevensi dari atasan termasuk permintaan fee 16 persen. Ketua Panitia H Muddin yang dikonfirmasi Via SMS dinomor ponsel 081341394xxx namun tidak mendapatkan jawaban hingga berita ini naik cetak. Sementara Razak yang hendak dikonfirmasi di kantornya belum bersiap menerima wartawan dengan alasan masih banyak pekerjaan.”Maaf pak Razak belum mau diganggu masih banyak pekerjaannya, nanti jam 13 balik lagi,”pinta salah seorang pagawai di kantor Gedung Biru. Kadis PU Sulteng Saifullah Jafar yang dikonfirmasi tentang kontraktor yang diarahkan dan fee, tapi Kadis malah memilih menanggapi dugaan pemberian fee dengan mengatakan siapa yang meminta fee.”Ha ha ha itu pasti ngarang banget..klo bukan kamu yang ngarang, ya kontraktor itu yang ngarang.. Jadi saya pernah 12 tahun jadi Pimpro tak tergantikan..Dan sy kerja di PU lebih duapuluh tahun, tidak pernah pindah ke Instansi lain, adaa boleh cek sy di Poso 13 tahun dan di Parigi 7 tahun, cek semua ex kontraktor2 saya. Apa pernah saya membahas soal2 fee..? wk wk wk,”demikian bunyi sebagian SMS Kadis. Kemudian SMS dari Kadis berlanjut “Tapi saya ingatkan saudara, kasi kuat sumbernya yah, sebab kalau saya anggap itu pencemaran, saya minta dibuka siapa saksinya, kalo saya bawa ke proses hukum, karena saya merasa tidak pernah meminta atau membahas soal2 fee,”sms Kadis ke dapur Redaksi Deadline News pada Kamis (26/7).**

Penerima Dana Bansos Bisa Jadi Tersangka

deadlineinteraktif.com Palu-Sudah menjadi rahasia umum di Kantor Gubernur Sulteng, bahwa permohonan dana Bansos melalui proposal yang diajukan oleh Organisas keagamaan dan Kemasyakatan serta Kepemudaan ada saja potongan dengan dalil dana administrasi atau dana pengurusan yang dilakukan oleh oknum PNS Deprov berinisial Wd dan Bendahara RS Undata berinisial Hj Mr. Hal itu bisa diketahui setelah sejumlah penerima dana Bansos mengaku diminta untuk menandatangani kwitansi penerimaan Rp 10 Juta, namun yang diserahkan kepadanya hanya Rp 5 juta hingga Rp 6 juta. Selebihnya itu dipotong oleh Wd atau Hj Mr guna kepentingan pribadi atau kelompok mereka. Hal inilah yang mestinya dikejar oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Sulteng yang memproses kasus Dana Bansos, sebab Penerima ikut melakukan pembiaran terjadinya penyalahgunaan dana Bansos di Pemrov Sulteng dan Pemkot Palu. “Ada penyalahgunaan dana Bansos yang dilakukan oleh oknum PNS Deprov dan Oknum Bendara RS Undata. Tapi kemudian juga harus bertanggungjawab adalah penerima dana Bansos, sebab mereka membuat pertanggungjawaban tidak sesuai dengan dana yang mereka terima,”tandas salah seorang korban penerima dana Bansos berinisial Dr yang juga pengurus salah satu organisasi keagamaan di Palu. Dr mencontohkan dibeberapa Majelis Ta’lim di Kota Palu dan Sigi yang telah menerima bantuan dana Bansos, dimana mereka diminta menandatangani kwitansi penerimaan sebesar Rp 10 Juta, tapi yang diterima hanya Rp 5 juta. Ada juga kata Dr yang ful menerima bantuan Rp 10 Juta, tapi pengurusnya berkeras dan mengancam akan melaporkannya ke pihak Gubernur atau aparat Penegak hukum. “Mereka yang menerima dana Bansos tidak sesuai dengan dana yang dicairkan oleh Bendahara Bansos, juga harus bertanggungjawab. Sebab mengetahui ada penyelewengan tapi tidak melaporkannya ke pihak terkait,”tandas Dr sambil memperlihatkan kwitansi bantuan mereka. Walaupun kata Dr penyidik Kejati Sulteng telah menetapkan tersangka Dana Bansos, tapi baru sebatas pemberi dana, belum pada tahap penerima. Olehnya Kejati juga harus mengembangkan penyidikan ke Penerima, biar rame-rame masuk bui. “Dua spesialis pengurus dana Bansos sudah memanfaatkan dana Bansos untuk jalan-jalan ke Jakarta dan Aceh,”ungkapnya sambil mengatakan sudah saatnya Kejati melakukan langka cepat menyelamatkan keuangan Negara dengan meringkus para penikmat dana Bansos secara tidak halal. Pihak Penyidik Kejati yang dikonfirmasi mengatakan akan tetapmelakukan pengembangan kasus Dana Bansos hingga tuntas. Prinsipnya siapa yang menerima dan menikmati dana Bansos secara illegal akan dijerat dengan Undang-Undang dan harus mempertang-gunjawabkannya di depan Hakim.”Kita akan telusuri siapa spesialis pembuat proposal dana Bansos,”tegasnya.**

BEM STAIN Minta Aktivis Dibebaskan

deadlineinteraktif.com BAIM (Deadline News) PALU - Penahanan dua orang aktivis konami yang sampai saat ini masih mendekam ditahanan rutan salemba Jakarta pusat menurut BEM Stain Datokarama Palu adalah salah satu bentuk ketidakadilan Negara untuk kesekian kalinya selama berkuasanya rezim neokolim SBY Budiyono. Hal itu disampaikan melalui selebaran yang dibagikan kepada pengendara saat mereka menggelar aksi demo didepan kampus STAIN Jl. Dipnegoro Palu Barat Senin pekan lalu. Dalam orasinya mereka mengungkapkan bahwa penangkapan dua orang aktivis konami tersebut yaitu atas nama Ahmad suryana (mahasiswa USNI Jakarta) dan Sahril (mahasiswa UNTAD Palu) adalah berawal dari aksi yang digelar oleh ratusan mahasiswa dari berbagai daerah yang tergabung dalam konsolidasi Nasional mahasiswa Indonesia (KONAMI) dalam rangka menuntut kepada presiden SBY agar membatalkan rencana Negara untuk menaikan harga BBM yang akan membuat rakyat bertambah sengsara dan menderita. Mereka ditangkap bersama 50 mahasiswa aktivis KONAMi lainnya dikantor LBH Jakarta pusat pada hari Kamis (29/03) pukul 21.00 wib. Sampai saat ini proses hukum yang dijalani, dua orang kawan mereka tersebut sudah sampai pada tahap persidangan. Dalam persidangan tersebut, dua orang kawan kami didakwa jaksa penuntut umum (JPU) dengan pasal berlapis yaitu: pasal 187, 170, dan 164 KUHP. Faktanya sejak awal upaya pengkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian diduga kuat menyalahi prosedur penangkapan yang berlaku karena ada beberapa poin dalam aturan KUHP yang telah dilanggar. Selain itu penangkapan tersebut juga telah melanggar hak asasi manusia karena telah mengabaikan etika-etika kemanusiaan dimana penangkapan itu beranggi tindakan kekerasan dan intimidasi, serta beberapa temuan dari tim advokasi yang telah melakukan infestigasi lapangan yang selanjutnya memperkuat fakta bahwa peristiwa penangkapan tersebut by desigen kepolisian. Ketua BEM STAIN Datokarama Muh. Fandi Hasim, kepada wartawan mengemukakan, berdasarkan fakta-fakta persidangan yang telah digelar sebanyak tiga kali bertempat di PN jakarat pusat menjadi fakta hukum bahwa kawan kami tidak bersalah dimana dari alat bukti yang lemah, barang bukti tidak cukup mengutkan, sikap kejaksaan yang tidak serius mengani perkara, sampai dengan keterangan saksi yang tidak jelas dan penuh dengan rekayasa dimana ketidak sesuaian antara keterangan yang diberikan dihadapan majelis hakim berbeda dengan keterangan BAP. Kami (demonstran) yakin bahwa kedua orang itu tidak bersalah dan harus segera dibebaskan, mereka bukanlah pelaku kriminal yang melakukan tindakan kejahatan kemudian harus ditangkap dan ditahan layaknya para terpidana pelaku tindakan kejahatan. Apa yang telah mereka perjungkan lewat penolakan kenaikan BBM bahwa selain ingin menggagalkan rencana-rencana pemerintah SBY untuk merampok uang Negara lewat kebijakan kenaikan BBM.**

Manajemen PT.BRANTAS Yakin Mampu Selesaikan Pekerjaan

Doel-ID-Palu-Sulteng-Walau pihak Satker AMDJAD sanksi atas pekerjaan jalan dan jembatan Nasional oleh PT.Brantas, di Kabupaten Buol, sebab dianggap tidak melakukan pekerjaan secara profesional, karena hanya menggunakan tenaga manual. Namun manajemen PT.Brantas yakin akan mampu menyelesaikan pekerjaannya sampai batas waktu yang telah ditentuak sesuai kontra. "Kami yakin mampu menyelesaikan pekerjaan jalan dan jembatan sesuai jadwal dalam kontrak",tandas salah seorang manajemen PT.Brantas via sms benama HERMAN? Kata dia, mutu AUSTRALIA harga lokal, walau merugi tetap kami jaga mutu demi masyarakat Sulteng. Ia menambahkan bahwa kontraktor diwajibkan membuat permohonan dimulai pekerjaan setiap memulai pekeraan, dan tanpa pengawasan Satker dan konsultan pekerjaan tidak bisa dilangsungkan, sehingga step demi step tidak lepas dari pengawasan. Kerusakan bisa terjadi pada pekerjaan sedang berlangsung, disebabkan belum sepenuhnya bagian-bagian konstruksi saling menunjang kekuatan, karena belum utuh. Prinsipnya bahwa bila pekerjaan sudah 100 % akan kuat sesuai kebutuhan spec. Bangunan bisa juga rusak apabila ada gangguan alam seperti longsor, ****

Tragis, Kalah Pilkada Amran Batalipu Ditahan KPK

Doel-DI-Buol-Sulteng-Bupati Buol H.Amran Batalipu, SE,MM, benar-benar bernasip sial, bahkan tragis, betapa tidak sudah kalah dalam pemilihan kepala daerah malah tertangkap dalam dugaan kasus suap oleh komisi pemberantaan korupsi (KPK) Jumat dini hari. Penangkapan Bupati Buol itu berlangsung alot, pasalnya tejadi perlawanan. Amran Batalipu setelah ditangkap langsung dibawa ke Bandara Mutiara Palu pada pukul 14:00 wita. Jarak antara kota Palu dengan Buol sekitar 600 kilometer. Amran ditangkap di kediamannya yang terletak di kelurahan Leok Kecamatan Biau Kabupaten Buol Provinsi Sulawesi Tengah. Saat penangkapan ratusan massa sedang berjaga-jaga dikediamannya dengan senjata tajam. Namun berkat bantuan Polisi penagkapan mantan ketua DPRD Buol itu belangsung aman. Wakil ketua KPK Bambang membenarkan jika timnya yang hendak melakukan penangkapan kepada Bupati Buol itu diancam oleh massa yang tengah berkumpul di halaman kediaman Bupati Amran Batalipu. Pada pukul 14:30 wita, jumat siang, Bupati Buol diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani proses pemeriksaan atas dugaan penerima suap dari manajemen perusahaan kelapa sawit PT.CCM. Adalah Ir.H.Ansori Direktur Pelaksana PT.CCM Buol yang terlebih dahulu ditangkap bersama tiga orang lainnya. ***÷

Pisah Sambut Kepsek dan Perpisahan Murid Kelas VI

Doel-DI-Palu-Sulteng-Tahun pelaj aran 2012 dimulakan, hari ini Sabtu (2/6-2012), Sekolah Dasar Model Terpadu Madani mengelar acara perpisahan murid kelas VI yang telah lulus tahun ini. Sekitar 200 san murid SD model terpadu madani itu mengikuti penamatan dan perpisahan di salah satu restouran di kota Palu. Selain perpisahan murid kelas VI juga dilakukan pisah sambut kepala sekolah dari Dra.Hj.Mulyani Hartati Tabanal, MPd kepada Dian Chandra Angreani, M.Me. Mulyani memang sudah cukup lama mengabdi di SDN model tepadu madani yakni kurang lebih 7 tahun. Dan selama memimpin SDN Model terpadu madani sudah dua kali penamatan murid SD tersebut. ***

Pelayanan Inul Vizta Mengecewakan

doel-DI-Palu-Sulteng-Pelayanan rumah benyanyi Inul Vizta karoke benar-benar mengecewakan. Pasalnya, keluarga Andi yang mengorder dua jam dan bonus 1 jam mestinya tiga jam, tapi pihak Inul Vizta tiba-tiba mematikan jaringan musik yang tengah dinikmati keluarga Andi setelah sampai dua jam, padahal mestinya masih ada satu jam bonus. Nanti setelah dilakukan komplain baru kemudian pihak karyawan Inul Vizta mengaktifkan kembali yang satu jam bonus untuk kembali bernyanyi. Tapi memang dari awal sudah telihat gelagak pelayanan yang tidak profesional yang dibeikan pihak manajemen Inul Vizta yang beralamat di jalan Ahmad Dahlan itu. Bagaimana tidak? Room yang dipesan mestinya di nomor 38, tapi harus berputar-putar mencari room di nomor 35 dan 36, hal ibi menunjukkan bahwa pelayanan di rumah bernyanyi Inul Vizta itu kacangan. Demikian ditegaskan keluarga Andi setelah mengalami kekecewaan atas pelayanan manajemen Inul Vizta Jumat malam (29/6-2012). Adalah Tri, Ety dan Sari yang ikut dalam rombongan keluarga untuj bernyanyi itu. Mereka merasa kecewa dengan pelayanan Inul Vizta itu. Ketika hal ini dikonfirmasikan ke bagian kasir, justru mereka saling lempar tanggungjawab, tadi dilaporkan hanya dua jam. Lalu yang kasir lain menjawab, memang dua jam tapi mesti dapat bonus satu jam dengan demikian keluarga Andi harus mendapat 3 jam, karena promosinya satu jam bayar dapat bonus 1 jam, sedangkan keluarga Andi mengorder dua jam, sehingga berhak mendapatkan 3 jam. ***

Pelayanan Samsat Masih Dikeluhkan

deadlineinteraktif.com PALU – Sistem pelayanan di Sistem Administrasi Satu Atap (SAMSAT) Palu masih bertele-tele. Sejumah wajib pajak yang akan melunasi pembayaran pajak kendaraan bermotor mengeluhkan pengisian formulir dan data administrasi lainnya, membuat sejumlah wajib pajak memilih kembali kerumah masing-masing untuk melengkapi berkas administrasi tersebut. Apa yang diharapkan oleh semua pihak akan system layanan terpadu di Samsat belum maksimal dan berstandar pelayanan maksimum. Hal ini dibuktikan pada Jumat pekan lalu, sejumlah wajib pajak kendaraan harus bolak-balik untuk melengkapi berkas pengisian formulis yang telah dikeluarkan, seperti dikemukakan ibu Irvil yang belum mengetahui system yang telah diterapkan oleh Samsat tersebut. Kepada deadline news mengemukakan ini disebabkan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat sehingga wajib pajak dibingungkan saat akan melakukan pengurusan pembayaran pajak kendaraan. Sebelumnya layanan satu atap ini juga pernah menerima keritikan mengenai adanya dugaan pungli pada setiap wajib pajak yang akan melakukan pembayaran diloket pendaftaran. Namun, hal ini sudah tidak diberlakukan lagi. Selain itu, keterlambatan para petugas juga tampak pada Jumat pekan lalu. Semestinya pelayanan dimulai pada pukul 8:00 pagi, namun terhambat akibat masih banyak pos-pos pelayanan yang sepi di dalam ruang kantor pelayanan tersebut, karena keterlambatan petugas masuk kantor.**

Pelayanan Inul Vizta Mengecewakan

doel-DI-Palu-Sulteng-Pelayanan rumah benyanyi Inul Vizta karoke benar-benar mengecewakan. Pasalnya, keluarga Andi yang mengorder dua jam dan bonus 1 jam mestinya tiga jam, tapi pihak Inul Vizta tiba-tiba mematikan jaringan musik yang tengah dinikmati keluarga Andi setelah sampai dua jam, padahal mestinya masih ada satu jam bonus. Nanti setelah dilakukan komplain baru kemudian pihak karyawan Inul Vizta mengaktifkan kembali yang satu jam bonus untuk kembali bernyanyi. Tapi memang dari awal sudah telihat gelagak pelayanan yang tidak profesional yang dibeikan pihak manajemen Inul Vizta yang beralamat di jalan Ahmad Dahlan itu. Bagaimana tidak? Room yang dipesan mestinya di nomor 38, tapi harus berputar-putar mencari room di nomor 35 dan 36, hal ibi menunjukkan bahwa pelayanan di rumah bernyanyi Inul Vizta itu kacangan. Demikian ditegaskan keluarga Andi setelah mengalami kekecewaan atas pelayanan manajemen Inul Vizta Jumat malam (29/6-2012). Adalah Tri, Ety dan Sari yang ikut dalam rombongan keluarga untuj bernyanyi itu. Mereka merasa kecewa dengan pelayanan Inul Vizta itu. Ketika hal ini dikonfirmasikan ke bagian kasir, justru mereka saling lempar tanggungjawab, tadi dilaporkan hanya dua jam. Lalu yang kasir lain menjawab, memang dua jam tapi mesti dapat bonus satu jam dengan demikian keluarga Andi harus mendapat 3 jam, karena promosinya satu jam bayar dapat bonus 1 jam, sedangkan keluarga Andi mengorder dua jam, sehingga berhak mendapatkan 3 jam. ***

Toko Hanoman Motor Diduga Jual Oli Palsu

deadlineinteraktif.com Palu-Toko Hanoman Motor di jalan H. Hayyun Besusu diduga kuat telah memperjual belikan oli bekas dari segala merek. Hal itu terungkap setelah salah seorang pelanggaranya yakni pemilik Toko Garuda di Tolai menemukan oli yang telah disorder dari Toko Hanoman Motor mencurigakan karena bergumpal saat dituang ke mesin kendaraan. Setelah sempat diteliti, ternyata Oli tersebut diduga Palsu. Kenyataan itu sempat dilaporkan ke Polda Sulteng dan Polda Sulteng mendatangi TKP dengan menyita barang bukti serta mempolice line lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan Oli. Kemudian Pemilik Toko Hanoman dipanggil ke Polda Sulteng untuk dimintai keterangan. Barang bukti sempat dikirim ke Makassar untuk dilakukan tes Laboratorum. Sumber yang dapat dipercaya di Polda Sulteng mengatakan kasus dugaan pengoplosan Oli yang diduga dilakukan oleh Pemilik Toko Hanoman Motor di jalan Haji Hayyun sempat diproses Polda, bahkan babuknya dikirim ke Makassar untuk dilakukan tes Laboratorium. Namun sayangnya proses hukum kasus tersebut tidak diketahui apa ending terakhirnya. Bigbos Toko Hanoman Motor yang dikonfirmasi via Telephon tidak berada ditempat. Salah seorang karyawannya mengaku kalau Pimpinan masih berada di Lantai dua. “Maaf pimpinan masih berada di lantai 2,”ungkapnya sambil mengatakan mohon ditinggalkan nomor HP agar bisa dihubungi kembali.**